Percepatan Gerakan Tanam dengan Penanaman Benih Varietas Unggul Baru (VUB) Hasil Semai kering di Kawasan Perbenihan Padi

Untuk mendukung ketahanan pangan Nasional, Provinsi Lampung terus melakukan berbagai upaya peningkatan produksi padi, baik melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) maupun peningkatan provitasnya. Peningkatan IP di lahan sawah dilakukan melalui dukungan ketersediaan air dan pemanfaatannya secara tepat dan benar serta percepatan olah lahan dan tanam dengan mekanisasi.

Pemasyarakatan semai kering secara luas dimulai pada MT 2020/2021 di kawasan korporasi perbenihan padi inbrida seluas 360 Ha di kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah baik melalui fasilitasi Brigade Alsintan Provinsi maupun pola mandiri ditingkat poktan.

Bibit hasil semai kering siap tanam disalurkan ke petani/poktan secara simbolis pada acara Gerakan Tanam dengan penanaman benih varietas unggul baru (VUB)  Hasil Semai kering di Kawasan Perbenihan Padi di Desa Tempuran Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah pada tanggal 26 November 2020. Pada kesempatan acara tersebut, Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Ir.Kusnardi, M.Agr.Ec sangat mengapresiasi petani, poktan, gapoktan,  penyuluh pertanian, serta seluruh stakeholders yang terus berjuang dan aktif mendukung upaya peningkatan produksi padi walaupun dalam situasi pandemi Covid-19.

Lebih Lanjut Kabid Tanaman Pangan, Ir. Herlin Retnowati, MP menambahkan beberapa keuntungan semai kering yaitu:

  1. Disiapkan di luar lahan pertanaman padi dan hanya perlu bidang lahan ±35 m2/ha.
  2. Umur bibit siap tanam lebih pendek (12-14 hari) dan ukuran rumpunnya dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Rice Transplanter
  3. Bibit relatif seragam dan setelah ditanam tidak mengalami stres atau tanpa perlu adaptasi lingkungan.
  4. Menghemat biaya pembibitan dan penanaman
  5. Dapat sebagai usaha/bisnis kelompok dan pengangkutannya relatif mudah.

Sejalan dengan pengembangan model IP 400 untuk padi, maka pelaksanaan semai kering ini merupakan salah satu kunci penentu keberhasilannya. Oleh karena itu diharapkan terus berkembang dan harus didukung dengan mekanisasi baik dalam proses olah lahan, penanaman, pengendalian OPT maupun pemanenannya.