Lampung Fokus pada 3 Aspek dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga

Jakarta: Lampung menjadi wilayah terbesar kedua di Pulau Sumatera yang subur dalam penanaman padi, dan berada di urutan enam dalam skala nasional. Mayoritas padi Lampung didistribusikan ke sebagian wilayah Sumatera dan Jakarta.
 
Hingga kini, produksi komoditas di Lampung terus melaju, bahkan memberi kontribusi pada pasokan pangan nasional. Hal ini menjadikan Lampung sebagai daerah sentra produksi beberapa komoditas pokok nasional.
 
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan stabilitas harga maupun pasokan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menekankan pada tiga aspek penting.


Hal tersebut dikatakan oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Lampung Kusnardi pada acara Indonesia Food Summit 2021, Selasa, 25 Mei. Indonesia Food Summit 2021 diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Media Group News untuk mendukung berbagai upaya percepatan dalam pembangunan ketahanan pangan di Indonesia.
 
Lebih lanjut disebutkan Kusnardi, tiga aspek penting tersebut yaitu pertama, ketersediaan pangan yang utamanya kerap bermasalah di sisi suplai. Kedua, keterjangkauan yang melingkupi distribusi, cadangan, dan harga yang murah. Ketiga, infrastuktur pendukung untuk menggenjot produktivitas pertanian di Lampung.
 
"Kita melakukan percepatan tanam padi, kami sangat bergantung pada penggunaan alat mesin pertanian, dan metodenya. Jadi, kita berusaha terus bagaimana mesin kita cukupkan, dan masyarakat kita bina. Bagaimana agar mereka bisa memanfaatkan alat mesin pertanian yang ada, agar jarak antara panen dengan tanam tidak lagi terlalu jauh," katanya.
 
Lampung kini mengalami peningkatan luas baku sawah (LBS) dari 268.336 hektare (ha) pada 2013 menjadi 361.699 ha pada 2019. Produksi sejumlah komoditas pangan juga menjadi unggulan dan peringkat teratas secara nasional. 
 
Apalagi, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah menunjuk Lampung sebagai lokomotif pembangunan pertanian Indonesia. 
 
Untuk itu, semua program pembangunan pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan menuju pertanian maju, mandiri, dan modern digerakkan. Salah satunya, program Kartu Petani Berjaya (KPB), yang diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat dalam mendapatkan jaminan dan permodalan.
 
Selain itu, ada juga program pengembangan sentra benih padi, pengembangan kawasan cabai dan bawang merah, serta perbaikan sarana dan prasarana. 
 
"Kemarin, Presiden berkenan melalui Wapres meresmikan dua dam besar di Provinsi Lampung. Ini memberi luasan area tanam yang cukup berarti," kata Kusnardi.
 
Sebagai informasi, Wapres Ma'ruf Amin meninjau Bendungan Way Sekampung, Banjarejo, Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, pada 22 Maret 2021. Bendungan Way Sekampung dirancang memiliki kapasitas tampung air sebanyak 68 juta m3 dan akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi sebesar 55.373 hektare (ha) serta air irigasinya untuk ekstensifikasi berupa pengembangan daerah irigasi rumbia extension dengan potensi luas 17.334 ha.

Sumber Medcom.id